27 Mar

MENSUCIKAN JIWA – IMAM GHAZALI

9 Mar

BAB 1
Adab Guru dan Murid

Pengantar

WARISAN kenabian adalah acuan pembaruan yang benar, karena missi utama para Rasul alaihimus salam adalah tadzkir, ta ‘lim dan tazkiyah. Karena itu, pewaris kenabian yang utuh adalah orang yang mampu menjaga hal-hal ini tetap utuh dan sempurna, melaksanakannya dan menunaikan hak-hak Allah padanya. Jarang sekali ketiga hal ini berhimpun pada seseorang. Ada seorang yang piawai dalam menyampaikan nasehat tetapi tidak banyak berilmu; ada seorang yang banyak berilmu tetapi tidak piawai dalam menyampaikan nasehat; ada seorang yang berilmu dan piawai dalam menyampaikan nasehat tetapi tidak mampu melakukan tazkiyah. Siapa yang memiliki ketiga hal ini maka dia telah memiliki “obat mujarab” kehidupan. Jika tidak maka proses tajdid tetap harus berlangsung di kalangan mereka yang menginginkan dan yang melaksanakannya.

Hal terpenting yang harus menjadi perhatian nasehat para pemberi nasehat ialah mengingatkan (tadzkir) kepada ayat-ayat Allah di ufuk dan jiwa; mengingatkan kepada perbuatan dan hari-hari Allah; mengingatkan kepada berbagai hukuman dan sanksi-Nya; mengingatkan kepada apa yang dijanjikan, disiapkan dan diancamkan Allah kepada orang yang bermaksiat atau ta’at kepada-Nya.

Hal terpenting yang harus menjadi perhatian ta’lim para ulama’ ialah ta’lim al-Qur’an dan as-Sunnah yang merupakan penjelasan al-Qur’an:

“Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan al-Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.”
(Ali Imran: 79)

Hal terpenting yang harus menjadi perhatian tarbiyah para murabbi ialah
memperbaiki hati dan perilaku:

“Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui. ” (al-Baqarah: 151)”

Setiap zaman punya penyakit dan masalah tersendiri, dan sepanjang zaman juga punya penyakit dan masalahnya tersendiri, sedangkan seorang ‘alim yang rabbani ialah orang yang mampu mengobati penyakit-penyakit kontemporer dan penyakit-penyaki t sepanjang zaman. Itulah tanda keberhasilannya dalam tazkiyah.
Semenjak abad pertama telah muncul aliran irja’ (Murji’ah), tasyayyu’ (Syi’ah), kharijiyah (Khawarij) dan i’tizal (Mu’tazilah). Inti ajaran irja’ ialah meninggalkan amal, inti tasyayyu’ ialah berlebihan dalam masalah ahlul bait Rasulullah saw, inti ajaran Khawarij ialah ketumpulan akal, terburu-buru mengkafirkan, tidak menghormati orang yang memiliki keutamaan, dan iman mereka yang tidak melampaui kerongkongan mereka, dan inti ajaran i’tizal adalah terburu-buru melakukan ta ‘wil yang tidak ilmiah. Aliran-aliran seperti ini dianggap sebagai penyakit sepanjang zaman yang bisa muncul secara terus-menerus. Demikian pula setiap penyakit yang memilki sifat langgeng dalam kemunculannya. “Menjalar di antara kalian penyakit-penyakit ummat sebelum kalian yaitu dengki dan permusuhan (Diriwayatkan oleh Ahmad dan Tirmidzi, hadits ini shahih).
Selain itu, setiap zaman punya penyakit tersendiri. Di antara penyakit
zaman kita ialah apa yang diisyaratkan oleh beberapa nash:

“Ilmu yang pertama kali diangkat dari bumi adalah kekhusyu ‘an.”
(Diriwayatkan oleh Thabrani dengan sanad hasan)
“Tetapi kalian seperti buih banjir… dan sungguh Allah akan menanamkan
wahan di hati kalian… cinta dunia dan takut mati.” (Diriwayatkan oleh Abud Dawud, hadits hasan)

Anda lihat bahwa zaman kita sekarang ini adalah zaman dimana kekhusyu’an sangat sedikit tetapi cinta dunia dan takut mati sangat mendominasi. Karena itu, seorang ‘alim (guru atau syaikh) yang tidak berhasil meng-hilangkan penyakit-penyakit ini maka ia tidak banyak bisa melakukan tajdid. Seorang ‘alim harus memiliki kemampuan seperti ini sehingga para murid bisa merasakannya.
Seorang guru yang da’i harus menyelenggarakan berbagai majlis nasehat, majlis ilmu dan majlis tazkiyah. sehingga mungkin bisa menggabungkan antara yang satu dengan yang lain. Atau membuat majlis umum untuk nasehat dan majlis khusus untuk tazkiyah yang menyelenggarakan dzikir dan mudzakarah fardiyah atau j oma ‘iyah dengan membaca sesuatu yang paling cocok dalam hal ini. Sementara itu diadakan pula majlis-majlis yang lain untuk ilmu-ilmu yang rinci seperti tilawah, tajwid, as-Sunnah dan ilmu-ilmunya, tafsir, ilmu-ilmu al-Qur’an. fiqh. ushul fiqh dan lain sebagainya.
Titik awal keberhasilan amal ini adalah adab yang mengatur guru dan murid. Selagi tidak ada adab yang mengikat murid dengan gurunya maka tidak akan bisa berlanjut dalam perjalanan. Selagi guru tidak melaksanakan adab ta’lim (mengajarkan ilmu) maka keberhasilannya sangat ditentukan oleh sejauhmana ia melaksanakan adab-adab tersebut. Oleh karena itu, mengetahui adab guru dan murid termasuk hal yang sangat penting dalam perjalanan kepada Allah, bahkan untuk menegakkan agama dan dunia.
Gerakan da’wah yang paling berhasil dalam sejarah Islam adalah gerakan yang menekankan sejak awal pada:
(1) Kepercayaan (tsiqah) kepada pimpinan dan pemimpin, kepercayaan yang
menumbuhkan ketaatan hati.
(2) Dzikir terus menerus dan ilmu yang menyeluruh, yang diperlukan dan yang sesuai.
(3) Keakraban dengan lingkungan yang baik, menghadiri pertemuan-pertemuannya –
dzikir, ilmu dan lainnya- dan memperkuat berbagai hubungan antar anggotanya.
(4) Penumbuhan adab-adab hubungan yang baik antara dirinya dan manusia secara
umum.
(5) Pelaksanaan public service (khidmah ‘aammah) dengan penuh semangat dan
perhatian.
Gerakan yang menghimpun nilai-nilai ini pada para pemula-nya adalah gerakan yang mampu hidup dan tumbuh. Oleh karena itu, para ulama aktivis harus menekankan nilai-nilai ini agar bisa diserap dan dihayati oleh para pemula sejak awal.
Nuh alaihis salam menyeru kaumnya seraya berkata:
“Sembahlah Allah, bertaawalah kepada-Nya dan ta ‘atlah kepadaku.” (Nuh: 3)

Setiap Rasul menyeru kaumnya kepada hal yang sama:
“Dan Kami tidakmengutus seorang Rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku.” (al-Anbiya’: 25)

Nabi Hud, Shalih, Syu’aib dan lainnya juga berseru: “Betaqwalah kalian kepada Allah dan ta’atlah kepadaku.”
Selama seorang murabbi tidak berhasil menumbuhkan keta’atan yang penuh kesadaran dari seorang murid, membiasakannya melakukan ibadah, dan merealisasikan ketaqwaannya maka sesungguhnya ia belum berbuat sesuatu. Titik awal hal ini terletak pada ihtiram (penghormatan) dan tsiqah (kepercayaan) seorang murid kepada gurunya, dan kelayakan guru mendapatkan hal tersebut. Semua ini membuat kami harus memulai kajian ini dengan Adab Guru dan Murid dari kitab Ihya’. Marilah kita ikuti keterangan
al-Ghazali secara langsung.] *

Galeri

PROGRAM STUDI

5 Mar

1. Tehnologi Pengolahan Hasil Pertanian ( TPHP )

2. Agribisnis Ternak Ruminansia ( ATR )

3. Administrasi Perkantoran ( AP )

4. Teknologi Komputer Jaringan ( TKJ )

Program Kerja SMKN 1 Pakisaji

5 Mar

Program Kerja

Untuk mencapai tujuan sekolah yang sesuai dengan visi dan misi, SMK Negeri 1 Pakisaji-Jepara mempunyai program kerja yang dibagi kedalam beberapa program/Bidang yaitu:

1.    Bidang IMTAQ, mempunyai program kerja antara lain:

  • Menunjuk koordinator kegiatan IMTAQ
  • Mengadakan kultum dari siswa
  • Mengadakan pengajian dari ustad
  • Lomba Keagamaan
  • Latihan rutin Qasidah
  • Menambah buku keagaamaan

2.    Bidang Musyawarah Guru Mata Pelajaran, mempunyai program kerja antara lain:

  • Membentuk tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran tiap bidang studi
  • Menunjuk koordinator MGMP tiap bidang studi
  • Menentukan kriteria ketuntasan minimal
  • Mengadakan pertemuan rutin
  • Membuat administrasi mengajar
  • Mengirim guru untuk MGMP dengan sekolah lain
  • Melengkapi kebutuhan administrasi MGMP disekolah
  • · Meningkatkan peran bagian kesiswaan

3.    Bidang Penanggulangan Jam Kosong, mempunyai program kerja antara lain:

  • Mengefektifkan dan meningkatkan peran guru piket
  • Setiap guru yang berhalangan wajib memberi tugas
  • Mengefektifkan dan meningkatkan peran bagian kurikulum untuk bisa mengatasi jam kosong
  • Mengarahkan siswa yang kosong tanpa tugas untuk belajar diperpustakaan
  • Mengefektifkan dan meningkatkan peran kepala jurusan untuk membantu mengatasi jam kosong

4.    Bidang Pengelolaan Guru Mata Pelajaran,

mempunyai   program kerja antara lain:

  • Membuat silabus
  • Menentukan KKM
  • Membuat rencana/program pembelajaran semester/tahunan
  • Membuat RPP
  • Melengkapi literatur bahan mengajar
  • Melaksanakan kegiatan pembelajaran
  • Melaksanakan kegiatan penilaian
  • Melaksanakan analisis hasil ulangan
  • Melaksanakan absen siswa
  • Membuat dan menyusun lembar kerja (Job Sheet)
  • Membuta catatan kemajuan hasil belajar siswa
  • Memperhatikan kebersihan kelas/ruang praktek selama proses belajar
  • Menjaga keselamatan siswa terutama dalam pemakaian peralatan praktek
  • Mengelola kelas secara baik dan bertanggung jawab

5.    Bidang Peningkatan Pengelolaan Jurusan mempunyai program kerja antara lain:

  • Menunjuk ketua/kepala jurusan
  • Ketua/kepala jurusan membagi alokasi jam di jurusanna
  • Menyelesaikan penyusunan KTSP jurusan
  • Mengelola siswa jurusannya
  • Mengatasi permasalahan siswa jurusannya
  • Mengkoordinir MGMP guru jurusannya
  • Mencari bahan/literatur jurusannya
  • Membuat data siswa jurusannya
  • Menempatkan siswa prakerin
  • Membuat buku penelusuran tamatan jurusannya
  • Membuat buku agenda pertemuan
  • Merancang dan membuat job sheet untuk jurusannya
  • Membantu bagian kurikulum, kesiswaan, humas dan sarana
  • Mempunyai buku kasus jurusan
  • Mempunyai data peta penempatan siswa prakerin
  • Mempunyai kontrak kerjasama (MOU) dengan DU/DI
  • Mengelola ruang praktek jurusan
  • Mengembangkan jurusan
  • Membuka/mengaktifkan unit produksi
  • Menyelenggarakan uji kompetensi
  • Melatih calon peserta LKS/PKS
  • Mempunyai statistik kemajuan siswa di jurusannya

6.    Bidang Peningkatan Peran Guru Piket mempunyai program kerja, antara lain:

  • Menunjuk guru piket
  • Guru piket harus hadir disekolah selambat-lambatnya pukul 06.45 WIB
  • Guru piket membantu bagian kesiswaan dan pengelola lingkungan hidup mengarahkan siswa untuk memungut sampah dilingkungan sekolah pukul 06.45-07.00 WIB
  • Guru piket membantu kesiswaan mengatur siswa dalam peningkatan imtaq dan kegiatan-kegiatan lainnya pukul 07:00-07:30 WIB
  • Guru piket membantu bagian kesiswaan memeriksa kelengkapan seragam siswa pukul 07:00 – 07:30 WIB
  • Memberi tugas serta ijin masuk kelas kepada siswa yang terlambat
  • Memberi tugas dan mengatasi kelas yang kosong
  • Meningkatkan pemeliharaan 7K
  • Mengisi daftar hadir siswa
  • Mengingatkan dan memberi tugas serta memberi ijin masuk kelas kepada siswa yang terlambat
  • Mengawasi pelaksanaan berlakunya tata tertib sekolah
  • Melaporkan kejadian yang bersifat khusus kepada BP/Waka/Kepsek
  • Memberi ijin kepada siswa yang keluar setelah meneliti keperluannya dan mendapat ijin guru pada jam yang bersangkutan
  • Membantu persiapan upacara bendera dan senam pagi

7.    Bidang Peningkatan Peran Wali Kelas, mempunyai program kerja antara lain:

  • Menunjuk wali kelas
  • Wali kelas harus mengelola kelasnya
  • Membuat struktur organisasi kelas
  • Membuat denah tempat duduk
  • Membuat papan absen
  • Membuat daftar pelajaran
  • Mengisi buku absen siswa
  • Mengisi bukuk jurnal kegiatan pembelajaran/batas
  • Memasang bendera merah putih
  • Memasang gambar Garuda Pancasila, Presiden dan Wakil Presiden
  • Menempelkan visi, misi dan tatatertib
  • Menyusun statistik absen bulanan
  • Mengisi leger
  • Membina siswanya
  • Mengisi buku catatan kasus di kelas
  • Menyerahkan permasalahan siswa ke BP
  • Melaksanakan 7K
  • Mengisi buku data siswa
  • Membina hubungan baik dengan orang tuas siswa
  • Mengisi dan membagi raport

8.    Bidang Peningkatan Minat Baca, mempunyai program kerja antara lain:

  • Membentuk tim pengelola perpustakaan
  • Mengubah tampilan buku
  • Mengubah tampilan ruang baca
  • Menambah buku yang relevan dengan pelajaran
  • Menambah buku yang menarik bagi siswa
  • Menambah majalah
  • Menambah koran
  • Menambah cerpen
  • Menghidupkan mading
  • Guru-guru dianjurkan sering memberi tugas siswa untuk pekerjaan rumah
  • Penampilan bahan bacaan melalui komputer/multimedia
  • Membiasakan semua informasi ditempel ditempat informasi

9.    Bidang Peningkatan Mutu Hasil Belajar, mempunyai program kerja antara lain:

  • Guru diwajibkan mempunyai kelengkapan mengajar
  • Guru diwajibkan mempunyai beberapa literatur materi
  • Meminimalkan terjadinya jam kosong
  • Guru diharapkan mempunyai berbagai variasi dalam mengajar
  • Guru diharapkan secara berkala memberikan PR kepada siswa
  • Guru diharuskan selalu memacau kretifitas siswa
  • Mengihilangkan kebiasaan menyontek
  • Memberikan hadiah kepada juara umum 1 – 3 pada saat pembagian raport
  • Ditumbuhkembangkan budaya memanfaatkan perpustakaan untuk belajar
  • Disosialisasiskan pemakaian internet untuk mencari berbagai materi belajar
  • Guru harus memberi nilai benar-benar sesuai dengan kemampuan kompentensinya
  • Meningkatkan peran bagian kurikulum

10.Bidang Wawasan Wiyata Mandala (Kebersihan dan Keindahan Lingkungan),

mempunyai program kerja yaitu:

  • Menunjuk guru penanggung jawab bidang Wawasan Wiyata Mandala
  • Gotong royong massal semua unsur sekolah
  • Membersihkan sampah setiap pagi sebelum masuk pelajaran
  • Mengadakan lomba kebersihan dan keindahan kelas
  • Mengadakan lomba keindahan taman kelas
  • Mengadakan lomba tanaman apotik hidup
  • Menambah pohon penghijauan sebagai pelindung
  • Menambah pohon penghijauan yang produktif
  • Mengganti pohon yang sudah tua dan kurang aman
  • Meningkatkan peran bagian sarana dan kesiswaan

VISI DAN MISI SMK NEGERI 1PAKISAJI

5 Mar

VISI

Terwujudnya SMK yang menghasilkan sumber daya manusia yang unggul berdasarkan IMTAQ dan IPTEK.

INDIKATOR VISI

1. Unggul dalam penghayatan terhadap ajaran agamanya.

2. Unggul dalam kedisiplinan.

3. Unggul dalam pembelajaran.

4. Unggul dalam olah raga.

5. Unggul dalam kreativitas seni

6. Unggul dalam karya ilmiyah remaja.

7. Unggul dalam kerja sama dengan DU/DI.

MISI

1. Menumbuhkan penghayatan terhadap ajaran agamanya.

2. Menumbuhkan semangat kesungguhan secara intensif kepada warga sekolah.

3. Melakukan pembelajaran dan bimbingan secara efektif.

4. Menumbuhkan semangat keolahragaan sehingga dapat dikembang secara optimal.

5. Menumbuhkan potensi diri, sehingga dapat dikembangkan secara optimal.

6. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan selurh warga sekolah dan stakeholders.

TUJUAN

Tahun pembelajaran 2010 / 2011 :

1. Terlakana kegiatan keagamaan.

2. Lancar membaca Al-Qur’an.

3. Semester satu angka kedisiplinan 75 persen, semester dua angka kedisiplinan meningkat 85 persen.

4. Semester satu nilai raport rata-rata minimal 6,0  semester dua nilai rata-rata meningkat menjadi 7,0.

5. Semester kedua terbentuknya tim olahraga sepakbola dan futsal.

Tahun pembelajaran 2011 / 2012

1. Terlakana kegiatan keagamaan.

2. Lancar membaca Al-Qur’an bagi yang beragama Islam.

3. Semester satu angka kedisiplinan 85 persen, semester dua angka kedisiplinan meningkat 90 persen.

4. Nilai rata-rata raport  :

Kelas X : semester satu minimal 6,0  semester dua nilai rata-rata meningkat menjadi 6,5.

Kelas XI : semester satu minimal 6,5 semester dua nilai rata-rata meningkat menjadi 7,0.

5. Tim Bola Volley dan Futsal minimal menjuarai tingkat kecamatan.

6. Terbentuknya Tim Kreativitas Seni.

7. Terbentuknya Tim Karya Ilmiyah Remaja.

8. Terbentuknya kerja sama dengan Dunia Usaha / Dunia Industri.

Tahun pembelajaran 2012 / 2013

Hello world!

18 Feb

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!